Lama tidak update blog, kali ini saya akan membahas salah satu bahasan populer di fisika kuantum, yang juga sering dijadikan bahan pembuatan film atau buku fiksi ilmiah, salah satunya, mungkin kalian sudah pernah menontonnya, yep, ‘Angels and Demons nya abang Dan Brown’. Disitu diceritakan bahwa ‘antimatter’ ini dapat menghasilkan energi yang luar biasa besar, bahkan dapat melenyapkan sebuah kota besar hanya dengan antimatter seberat beberapa milligram saja(atau nanogram ya, hehe udah lupa soalnya baca bukunya udah lama dan males ubek-ubek lagi).
Is that true? Benarkah si
antimatter punya kemampuan sehebat itu?
Sebelum masuk ke antimatter, kalian
harus tahu dulu apa itu ‘matter’ atau dalam bahasa Indonesia berarti ‘materi’.
Apa kalian tahu apa benda paling kecil di semesta?
Dulu, ketika anda masih di sekolah
dasar, mungkin akan menjawab, atom. Ketika anda naik tingkat ke bangku SMP,
mungkin akan jadi lebih spesifik lagi, yaitu electron, proton, dan neutron.
Tapi, barulah ketika anda-anda masuk ke jenjang SMA atau Universitas anda akan
mengenal yang namanya Quarks, dan partikel fundamental lainnya.
Jadi begini, atom terdiri dari
kumpulan electron, neutron, dan, proton dengan konfigurasi yang mirip-mirip
dengan bola, dimana proton sebagai pusat, dan electron-elektron mengitarinya.
Nah, ternyata, neutron dan proton ini pun juga tersusun oleh suatu partikel
yang lebih kecil yang dinamakan Quarks, lebih tepatnya quark u dan quark d.
Quark sendiri merupakan anggota dari partikel fundamental, yaitu partikel
terkecil yang mendasari terbentuknya partikel lain.
Berikut ini saya tunjukkan siapa
saja anggota grup partikel fundamental itu
Di sebelah kiri adalah macam-macam
quark, dan sebelah kanan adalah partikel fundamental lain, salah
satunya ada yang berperan dalam
menghasilkan electromagnetism.
Bagaimana? Kalian sudah kenal betul
kan dengan ‘matter’?
Sekarang yuk beralih ke kembarannya,
kembaran yang terpisahkan, dan memang harus terpisahkan.
Si antimatter ini merupakan matter
dengan muatan yang berkebalikan dengan pasangan matternya. Antimatter dan
matter ini bersifat saling melengkapi, dimana ketika suatu matter tercipta atau
ada, maka antimatter juga pasti ada.
Ibaratnya begini, ada benda '9'
yang tersusun atas dua matter 3 dan 3
3 x 3 = 9
tapi, dua antimatter pun dapat
menghasilkan benda yang serupa
-3 x -3 = 9
itulah mengapa keduanya dinamakan
kembaran.
Paradoks pun muncul, selama ini
kita hidup di ‘dunia matter’, dan kita selalu di kelilingi oleh triliunan
triliunan matter setiap saat, setiap tempat. Jika keduanya harus selalu ada,
maka dimanakan antimatter ini bersembunyi? Di sisi semesta yang lain kah? Atau
mereka juga terkumpul di salah satu bagian kita dimana mereka membentuk ‘dunia
antimatter’ mereka sendiri? Atau bahkan ternyata di sisi lain semesta sana ada
diri kita yang lain yang justru tersusun dari ‘antimatter’ dan mereka pun
sama-sama sedang bertanya-tanya tentang dimana keberadaan kembaran mereka?
Sayangnya, pasangan kembaran ini
memang tidak ditakdirkan untuk bersatu, pasalnya, sesaat antimatter dan matter
bersatu, keduanya akan melebur seluruhnya menjadi energi, konversi energi
sempurna, hal yang tidak bisa dilakukan oleh reaksi fisi dan fusi yang hanya
menghasilkan konversi energi kurang dari 0.5% (Meskipun begitu, energinya sudah
sangat besar, buktinya dimasa sekarang reactor nuklir masih jadi sumber energi
yang amat besar, bayangkan kalau ada reactor antimatter yang konversi energinya
100%, mungkin bumi kita nggak akan lagi krisis energy, atau bisa-bisa energy
jadi gratis kali saking melimpahnya)
Masalahnya, untuk lembaga sekelas
CERN saja hanya mampu memproduksi antimatter 1,5 nanogram per bulan. Artinya kalau
mau memproduksi antimatter satu gram saja masih perlu butuh waktu 40 juta tahun
lagi hehe.
Sebenarnya, masih ada satu lagi
paradox mengenai kembaran kita satu ini, yaitu darimana kita dan si kembara
kita ini berasal. Berdasarkan teori matter dan antimatter dulunya bersatu
membentuk singularity sebelum akhirnya terjadinya Big Bang, padahal menurut
yang sudah dijelaskan diatas, ketika matter dan antimatter bertemu harusnya
terjadi annihilation dimana massa terkonversi sempurna menjadi energy sesuai hukum
Einstein, which is artinya nggak akan ada apa-apa di alam semesta. Bahasan untuk paradox ini saya simpan
untuk artikel selanjutnya saja sebab takutnya artikel ini jadi bacaan yang
terlalu berat.
Terimakasih sudah membaca, silahkan
tinggalkan komentar untuk berdiskusi. (M.R)


min request dong,
ReplyDeleterequest tentang partikel tuhan ditinjau dari segi agama
Higgs boson? dia adalah salah satu partikel fundamental yang baru ditemukan. Dia adalah partikel yang memberi massa pada partikel lain melalui interaksi Higgs field. Dia disebut 'Tuhan' karena selalu ada di setiap partikel, jadi saia masih belum menemukan hubungannya dari segi agama, kecuali pencatutan nama 'Tuhan'.
Delete