Oke. Balik lagi sama saya. Kali ini
bahasannya agak berat, jarang-jarang saya bikin artikel serius lho. Selain biar
nggak dikira blog ini isinya nyampah doang,
benernya saya seorang pecinta bacaan scientific
kok, apalagi yang ada bumbu-bumbu konspirasinya, hehe. *Jadinya nggak scientific
dong, gimana sih… anyway, mohon
koreksinya apabila ada salah-salah, artikel ini saya ketik dengan bahasa
sesederhana mungkin dengan maksud dapat dinikmati oleh orang awam sekalipun.
Pernahkah anda-anda sekalian bertanya-tanya,
berapakah suhu paling dingin dan paling panas di alam semesta ini? Dan anda
ingin tahu jawabannya? mari kita bahas bersama-sama.
Kita mulai dari suhu paling dingin, sebagian besar dari kalian yang pernah berkenalan dengan Termodinamika setidak-tidaknya pernah lah mendengar istilah ‘Absolute Zero’. Apa sih maksudnya? Nol mutlak? Yup, ini adalah batas bawah (nol) dari skala temperature yang kita kenal. Dengan kata lain tidak ada temperature yang lebih dingin dari nol mutlak ini.
Kok bisa begitu? Bisa dong, begini penjelasannya. Tentu anda-anda paham bahwa dingin itu sebenarnya kata lain dari hilangnya panas. Nah, apabila suatu panas dari benda telah seluruhnya hilang, sehingga tidak ada lagi panas yang bisa dihilangkan, maka titik ini dinamakan sebagai titik terdingin alias nol mutlak. Lalu, bagaimana panas bisa hilang seluruhnya? Kan panas adalah energi, jadi energinya hilang semua dong? Yep, that’s right.
Panas tercipta oleh pergerakan, setiap gerak menghasilkan gesekan yang menimbulkan panas dengan kadar tertentu. Satu-satunya kondisi dimana nol mutlak mungkin terjadi adalah apabila benda tersebut diam, benar-benar diam seluruh partikel-partikelnya, dari unit yang terkecil sekalipun. Wah, terbayang kan bagaimana ngerinya? Saking dinginnya sampai-sampai tak ada satupun partikel yang bisa bergerak. Tidak ada lagi energi yang membuat mereka bergerak.
Apakah temperature nol mutlak sudah pernah di uji coba? Sayangnya belum, percobaan yang paling mendekati hingga saat ini adalah percobaan dari mahasiswa MIT, mereka berhasil mendinginkan partikel hingga suhu 1/500.000.000.000 derajat diatas suhu nol mutlak. Kurang dikiiit banget sih sebenernya haha
Selesai dengan suhu nol mutlak, kita masuk ke bahasan suhu terpanas di alam semesta ini. Ini tidak semudah membayangkan suhu nol mutlak tadi. Jika nol mutlak membuat partikel benar-benar diam, maka seharusnya suhu terpanas akan membuat partikel benar-benar bergerak bebas. Jika nol mutlak membuat partikel kehilangan energi, maka sebaliknya, suhu terpanas memungkinkan partikel memiliki energi yang tidak terbatas. Mungkinkah?
Seperti yang kita tahu, benda panas memancarkan radiasi. Tak terkecuali manusia sekalipun. Suhu tubuh manusia yang berkisar antara 35-42 derajat celcius memancarkan radiasi inframerah. Radiasi ini tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang, tetapi beberapa perangkat elektronik sekarang telah dapat memungkinkan kita melihatnya. Semakin tinggi suhu suatu partikel, maka frekuensi radiasinya semakin rapat. Rapat disini berarti gelombang elektromagnetiknya semakin dekat satu sama lain. Dan inilah kuncinya untuk menentukan seberapa maksimal suhu dapat naik.
Kita tidak dapat mengukur ketidakterbatasan energi, tetapi kita dapat menentukan jarak paling dekat suatu partikel satu sama lain. Jarak paling dekat yang dapat ditempuh suatu partikel adalah sebesar 1,6161997 x 10-34m (Planck’s Length). Ketika kerapatan frekuensi yang dihasilkan radiasi benda panas telah mencapai ‘Planck’s Length’ maka itulah titik terpanas yang dapat dicapai suatu benda. Berapakah titik terpanas itu?
1.416785(71)×1032
Kelvin !!! Dan titik tertinggi ini dinamakan Planck’s temperature. Dan asal
kalian tahu, alam semesta pernah mencapai suhu ini loh. Ketika sepersekian
sepersekian sepersekian detik setelah Big Bang, suhu alam semesta di seluruh
penjuru adalah sama. Ketika semua temperature di alam adalah sama, maka tidak
ada aliran panas, dan dengan kata lain tidak ada temperature. Artinya, ketika suhu
sudah mencapai Planck’s Temperature dan akan naik menjadi lebih panas lagi,
maka temperature akan menghilang. Sekejap setelah dalam kondisi keseimbangan
termal, suhu alam semesta menurun drastis di bawah Planck’s temperature dan
masih tetap mendingin hingga sekarang.
Yey selesai sudah bahasan sains kita
kali ini. Tunggu edisi selanjutnya ya… Silahkan beri komentar untuk berdiskusi
tentang topik ini. Terimakasih sudah membaca~ (MR)
Referensi
:
futurism.com/science-explained-hottest-possible-temperature/
www.iflscience.com/physics/journey-other-side-absolute-zero
No comments:
Post a Comment